KKL 2011 DI JOGJAKARTA

Posted On Desember 27, 2011

Filed under KKL 2011

Comments Dropped leave a response

KKL 2011 DI JOGJAKARTA

 

Program KKL yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan yang dlaksanakan pada tanggal 12 s/d 18 Desember 2011 yang mengambil tujuan Jakarta – Bandung – Jogjakarta.

Perjalanan saya yang ketiga yakni ke kota Jogjakarta. Dan salah satu objek wisata yang saya kunjungi adalah Candi Borobudur. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.

            Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

            Dalam kompleks candi Borobudur juga terdapat 2 buah museum yaitu Museum Kapal Samudraraksa dan Museum Karmawibhangga. Di dalam museum Kapal Samudraraksa terdapat kapal Samudraraksa yang pernah digunakan untuk mengarungi samudra dari Indonesia sampai Ghana sebagai napak tilas dari perjalanan bahari dari nenek moyang kita dahulu. Kita juga dapat menemukan benda-benda yang dulu digunakan pada pelayaran tersebut. Seperti: peralatan masak, peralatan rumah tangga sehari-hari, buku, CD, dan kaset. Untuk masuk ke dalam museum ini tidak dipungut bayaran.

Di Museum Karmawibhangga terdapat dua ruang display utama yaitu Ruang Pemugaran dan Ruang Karmawibhangga. Ruang Pemugaran berisi foto-foto pemugaran Candi Borobudur, teknik-teknik pemasangan batu, beberapa artefak hasil penggalian dalam rangka pemugaran candi Borobudur, dan beberapa aretefak bernuansa agama Hindu yang ditemukan di sekitar candi Borobudur. Ruang Karmawibhangga berisi 160 foto Relief Karmawibhangga yang dipahatkan pada kaki candi yang karena suatu sebab tidak bisa dinikmati oleh adanya penambahan kaki candi selebar 3 m mengelilingi kaki candi yang berelief Karmawibhangga. Di museum ini terdapat beberapa batu-batu candi yang belum ditemukan pasangannya sehingga belum bisa dipasang kembali ke posisi aslinya di candi Borobudur.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s